Peringati Hari Santri, Wabup : Jiwa Keagamaan Harus Diiringi Jiwa Kebangsaan






KIMKKJ.or.id - PERINGATAN Hari Santri Nasional (HSN) di Ponorogo harus bisa menjadi motivasi bagi para santri di Ponorogo untuk lebih maju. Baik jiwa keagamaannya maupun jiwa kebangsaannya. Sebab santri memiliki potensi yang luar biasa terutama dari sisi jumlahnya.
Hal ini diutarakan Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno usai menghadiri Apel Besar Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di Aloon-Aloon Ponorogo, Minggu (21/10/2018). Menurut Wabup Soedjarno, HSN telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meneladani perjuangan para ulama yang melawan penjajah dan turut mempertahankan kemerdekaan saat itu.
“Peringatan Hari Santri harus bisa menjadi motivasi dan penyemangat untuk semakin maju di berbagai bidang. Maju dalam belajar agamanya, mental attitude dan jiwa kebangsaannya. Jiwa keagamaan harus diiringi jiwa kebangsaan,” ungkap Wabup Soedjarno.
Ketua PC NU Ponorogo Fatkhul Aziz menambahkan, Peringatan Hari Santri tidak lain adalah pembangkitan ruh dari jiwa kepahlawanan. Sebab, Hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November tidak lepas dari resolusi jihad yang digaungkan oleh para ulama sebelum pertempuran di Surabaya pecah. Sebuah resolusi yang membakar semangat para santri untuk berani maju berjuang melawan bangsa asing yang ingin menguasasi kembali Indonesia.
“Harapannya, dalam rangka pembangunan jiwa dan raga, jiwa santri bisa mewarnai seluruh elemen bangsa ini termasuk pada pemimpinnya,” ungkapnya.
Peringatan Hari Santri dan Apel Besar Santri dihadiri tidak kurang dari 2.500 santri berbagai usia dan pondok pesantren di Ponorogo. Mereka memenuhi hampir seluruh bagian Aloon-Aloon Ponorogo. Selain apel, ditampilkan pula kesenian dan tarian oleh para santri cilik.

No comments